Sejarah Musik Nusantara Dan Mancanegara Lengkap

July 09, 2019
Sejarah Musik Nusantara Lengkap - Musik merupakan alunan nada yang dirangkai indah menjadi satu yang disebut lagu. Perkembangan musik di Indonesia sendiri dari tahun ke tahun selalu ada kemajuan,walaupun tak terlalu banyak dan signifikan. Dibanding Korea dan negara lain,musik Indonesia lumayan bagus. Untuk kebudayaan daerah musik Indonesia sangat bagus dan tak kalah dengan barat dan negara lain.

Sejarahnya Musik barat menggunakan sistem nada-nada yang matematis/metris, nada-nadanya disusun berdasarkan frekuensi yang tetap dalam tujuh nada (tangga nada diatonis) yang kemudian berkembang menjadi sistem 12 nada yang berjarak sama (tangga nada brotamis). Sedangkan musik timur menggunakan sistem nada yang anatematis/non metris misalnya nada-nada pentatonis yang nada-nadanya disusun dalam jarak yang tidak sama untuk oktafnya.Kami akan membahas tentang Sejarah Musik Nusantara dan Mancanegara dari tahun ke tahun yang akan kami bagikan pada anda di artikel menarik berikut ini. Yang dapat menambah wawasan anda tentang musik. Berikut informasinya.

Sejarah Musik Nusantara Dan Mancanegara Lengkap







Sejarah Musik Nusantara dan Mancanegara


Sejarah Musik Barat
1. Yunani kuno (675 sm awal masehi)
Bangsa Yunani dikenal sebagai peletak dasar seni musik Barat mereka menyusun 2 tervachord (dan phtagoras) yang membentuk sebuah tangga nada diatonis dalam suatu oktaf.

Musik bagi bangsa Yunani juga berfungsi sebagai

- Iringan Upacara religus, penyembagan bagi dewa-dewa setengah dewa

- Iringan Upacara kerajaan

- Iringan drama tari, sastra, atlerik, gladiator dan hiburan sosial

Iringan Berperang



2. Renaisans (Abad XVI - XVII)
Pada Zaman ini perkembangan musik Gereja merasut sedangkan musik duniawi mulai mendapatkan perhatian dan kedudukan yang makin penting

3. Barrok dan Rokoko (Abad XVII - Awal Abad XVIII)
Istilah "Barrok" dan "Rokko" dipinjam dari dunia arsi tektur keterampilan teknik tinggi lancar, dan lincah.

4. Klasik (Abad XVIII - Awal Abad XIX)
Istilah "Klasik" dipinjam dari suku bentuk jenis dalam dunia sastra yang komposisi dalam mencapai keseimbangan dan kesempurnaan musik.

5. Romantis (Abad XIX - Awal Abad XX)
Zaman romantik dalam mencapai keseimbangan dan kesempurnaan Musik dianggap lebih mengutamakan kekuatan besar yang subjektif guna memenuhi keperibadian individu yang bebas dan tidak terbatas.

6. Peralihan (Abad XX)
Sesungguhnya zaman kebesaran Romatik telah selesai sepeninggalan wagner zaman setelah Romatik bersifat membelekangi adat kebiasaan pada zaman Romatik munculnya berbagai unsur gaya tegas menunjukkan arah pembaruan yang berarti revolusi Musik.

7. Modern (Abad XX - Sekarang)
Komponis Musik modern dimulai pada tokoh Claudea Chite Debussy (1862-1918) sebagai pelapor lempar personisme Musik Debussy memasakkan berbagai sistem tanal pentaronik (Gamelan Jawa) dalam karya Musiknya.

Sejarah Musik Nusantara

Penyebaran musik barat di nusantara,secara selintas bermula dari daerah indonesia bagian Timur lewat para palaut Spanyol dan Portugis dalam konteks imperialisme abad XVI.Mereka datang ke indonesia bagian Timur tanpa mengenalkan musik seni Eropa,tetapi musik rakyat dengan iringan Cavaqinho (ukulele),biola ,gitar dan sebagainya sebagai sarana hiburan para pelaut dan pemukiman sekitar mereka.Berdansa quadrille, yaitu dansa atau tarian asal Spanyol (Cuadrilla yang asalnya tentang para penunggang kuda) dengan empat pasang atau lebih penari,menambah bentuk musik barat bagi kebutuhan hiburan,dansa, dan band Militer Belanda.

Lahirnya kalangan elit indonesia di masa pra-pernag dunia II yang berorientasi ke Belanda serta adanya beberapa sekolah guru di jawa juga telah menyebabkan masuknya tradisi musik barat seperti pemakaian notasi balok lewat piano.Pada tahun 1930-an,studio-studio tersebut umunya memiliki orkes musik,ensambel atau combo,penyanyi dan pianis tetap untuk mengisi agenda siaran radio dengan acara-acara musik serius atau hiburan yang dilakukan oleh para pemusik profesional asing.

Jenis musik yang pertama kali diproduksi secara domestik melalui cetak elektronik piringan hitam dan film tempo dulu adalah musik hiburan Belanda dan gamelan jawa,Sunda, dan Bali, terutama keraton Surakarta dan Yogyakarta (Puro Paku Alamari dan Mangkunegaran),Istana Klungkung dan peliatan Gianyar,serta gamelan degung dan gending-gending Cianjuran dari tanah priangan.

Tahun 1950-an menjadi titik balik perkembangan musik di indonesia yang sesungguhnya.Tahun-tahun tersebut merupakan awal pembinaan beberapa orang muda indonesia meneruskan pelajaran musi ke luar negeri untuk memperdalam ilmu musik,diantaranya ke Roma ,Amsterdam , London , Brussel , Perancis, Berlin , New York , Tokyo , Moskow , Praha , dan beberapa kota besar lainnya di Eropa.Tahun 1950-an juga merupakan awal dibukanya berbagai pendidikan kesenian dan masuk di indonesia, antara lain Sekolah Musik Indonesia (kemudian AMI,sekarang ISI), Yayasan Pendidikan Musik (YMI) di jakarta (terutama untuk piano), B.I.Guru Musik (kemudian IKIP sekarang UP) di yogyakarta, Malang, Bandung, dan Jakarta.

Generasi akademik tahun 1950-an baru memunculkan sosoknya tahun 1979, melalui Forum Pekan Komponis-Dewan Kesenian Jakarta.Sampai tahun 2001, forum pekan komponis lebih banyak diisi aktifitas para komponis dengan latar belakang musik tradisi dari budya etnik Sunda, Jawa, Bali, dan Minang.

Share this :

Previous
Next Post »
0 Komentar

Penulisan markup di komentar
  • Silakan tinggalkan komentar sesuai topik. Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau sejenisnya akan dihapus.
  • Untuk menyisipkan kode gunakan <i rel="code"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan kode panjang gunakan <i rel="pre"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan quote gunakan <i rel="quote"> catatan anda </i>
  • Untuk menyisipkan gambar gunakan <i rel="image"> URL gambar </i>
  • Untuk menyisipkan video gunakan [iframe] URL embed video [/iframe]
  • Kemudian parse kode tersebut pada kotak di bawah ini
  • © 2015 Simple SEO ✔